Nyobain Aplikasi Glan, Productivity Tracker Estetik dengan Performa Ciamik


Halo, Kawan! Pernahkah kamu mengalami yang namanya susah fokus? Padahal, ada deadline penting yang harus kamu kejar segera, tetapi setelah melakukan berbagai macam hal kamu tetep aja gampang terdistraksi.

Kalau sudah begini, biasanya apa yang bakal kamu lakukan? Mengalah dengan godaan itu dan berpasrah sambil berharap tugas-tugasmu somehow akan terselesaikan dengan sendirinya?

Well, I know that feeling! Saya sih juga maunya begitu, jadi kita enggak perlu panik dengan teror dari guru atau bos saat kita melewati tenggat waktu. ‘Tul, nggak?

Sayangnya, keajaiban itu nggak mungkin terjadi di dunia nyata. 😭

Sejujurnya, belakangan ini saya sering banget mengalami gangguan serupa. Sebentar-sebentar perhatian saya mudah teralihkan, bahkan cuma karena satu notifikasi WhatsApp saya terjebak pada streaming YouTube dan scrolling halaman depan Instagram hingga berjam-jam lamanya…

Lantas, saya pun penasaran. Gimana caranya biar saya nggak sebentar-sebentar rebahan dan melirik HP, lalu membiarkan banyak waktu terbuang sia-sia daripada duduk di depan laptop dan berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan saya?

Setelah mencari solusinya ke sana-kemari, pada akhirnya saya memantapkan hati pada satu tujuan: yup, saya akan menjajal aplikasi bernama Glan.

Apa Itu “Glan”?


Tangkapan layar halaman depan website Glan.app


Informasi Produk

Nama Aplikasi : Glan

Versi : 1.2.0

Ukuran : 15MB

Pengembang: Glan.app

Platform : Android, web

Harga : Gratis

 

Glan adalah aplikasi pelacak kebiasaan (habit tracker) yang bertujuan meningkatkan produktivitas penggunanya lewat sejumlah fitur berguna yang ditawarkan, seperti:

  • Mengelola daftar to-do
  • Menyetel timer untuk produktivitas yang lebih baik
  • Mempelajari lebih dalam seputar produktivitas lewat kelas-kelas produktivitas harian
  • Mengatur berbagai macam tugas dalam satu aplikasi melalui label dan tingkat prioritas yang beragam

Mekanisme app ini didasarkan pada teknik Pomodoro yang memungkinkan user untuk memecah blok besar waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan satu tugas menjadi interval-interval yang lebih pendek, yang dipisahkan dengan beberapa sesi istirahat singkat.

Untuk menggunakan Glan, pengguna pertama-tama memasukkan nama tugas yang hendak diselesaikan. Glan menyarankan agar user memikirkan satu tugas terpenting saja yang berdampak fatal jika tidak dikerjakan secepatnya.

Contohnya, “PR Matematika hal. 11-17” atau “Bikin slide presentasi”.

Selanjutnya, atur waktu untuk ‘menyicil’ tugas itu dalam interval pendek. Sesuaikan dengan kesanggupanmu, yah! Karena saya bukan tipe orang yang kuat berlama-lama mengerjakan satu hal tanpa merasa burned out, saya atur sesi break 10 menit setiap 45 menit sekali.

Lalu, jika app menunjukkan tiba waktunya untuk beristirahat, maka lakukan kegiatan-kegiatan yang fun untuk merelaksasi otak. Meregangkan tubuh juga bagus untuk melemaskan otot-otot yang kaku setelah duduk dalam jangka waktu yang panjang.

Glan sendiri menganjurkan user-nya untuk menghadiahi diri sendiri. Kalau kamu, bentuk reward apa yang bakal kamu kasih buat dirimu sendiri setelah bekerja keras? Apa itu dengan nyemil snack kesukaanmu? Atau bersantai bersama anabul kesayanganmu?

Review Aplikasi Glan

Basic Functionality

Fitur-fitur di dalam aplikasi Glan

Saya salut dengan developer Glan. Meskipun size aplikasinya sangat kecil, tapi itu nggak menggadaikan tampilan dan fungsionalitas aplikasi ini, lho! 👍

Malahan, saya jatuh cinta banget dengan desain minimal yang diusung oleh pengembangnya. Bagi pecinta warna-warna pastel, kamu juga pasti bakal jatuh hati dengan color pastel dari aplikasi ini yang didominasi dengan warna merah muda, putih, dan jingga lembut. Manis banget, ‘kan?

Di samping itu, saya juga merasa terbantu dengan fitur-fitur yang ada di aplikasi ini. Walau saya juga punya timer bawaan dari smartphone saya sendiri, tetap entah kenapa rasanya lebih asik mengandalkan timer Glan yang juga dilengkapi dengan opsi memainkan white noise di latar belakang.

Sebagai tipe orang auditory, saya bekerja maksimal sembari mendengarkan lagu. Sayangnya, terkadang musik dengan melodi yang mengundang saya untuk bernyanyi dan berjoget nggak menolong saya untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya.

Namun, berkat pilihan white noise dengan suara-suara seperti rintik hujan dan gemeretak kayu yang dilahap api, saya nggak ada keinginan untuk karaoke sambil berajojing ria, deh!

Di samping itu, saya juga bebas menentukan target harian saya, mulai dari tiga sampai delapan jam per hari. Kalau goals ini belum terpenuhi, maka Glan bakal terus menerus munculin peringatan di notification bar HP saya. Mau nggak mau saya jadi merasa agak bersalah kalau terlalu lama memainkan ponsel. 🙈

Lalu, di bagian statistik, user bisa menilik kilas balik performanya selama satu minggu terakhir. Bagian ini memotivasi saya supaya rajin memenuhi target saya setiap harinya. Sayang banget kalau streak-nya terputus di tengah jalan, bukan?

Target Audiens

Buat teman-teman yang juga terjangkit ‘penyakit’ yang sama, boleh banget nih nyobain Glan, apalagi kalau kamu ogah install aplikasi yang membutuhkan kapasitas besar plus dijejali dengan berbagai macam fitur nggak jelas.

Tim developer Glan betul-betul tanggap sama tren, karena filosofi “less is more” benar-benar diterapin di sini.

Kamu nggak bakal menjumpai fitur-fitur nggak penting di aplikasi ini. Satu hal keren lagi, Glan juga bisa dipakai gratis oleh semua user, lho! Walau beberapa iklan sesekali muncul pas kamu terkoneksi ke internet, menurut saya selingan singkat ini nggak terlalu mengganggu, kok.

Ditambah lagi, saya rasa anak-anak milenial dan generasi Z bakal tertarik menggunakan app ini lantaran desainnya yang ‘estetik’. 🌷

Simplicity

Meskipun saya belum pernah nyobain aplikasi ini sebelumnya, tapi sejauh ini pengalaman saya menggunakan Glan has been a positive one. Faktor lainnya yang bikin saya takjub adalah kemudahan dalam menggunakan app ini.

Ketika pengguna memasang Glan untuk pertama kalinya, Glan akan menampilkan panduan step-by-step yang bisa diikuti pengguna baru untuk figure out bagaimana cara menavigasi dari satu fitur ke fitur lainnya, mulai dari cara menambahkan tugas baru sampai mengecek riwayat prestasi hari-hari sebelumnya.

Tapi, karena Glan nggak tersedia dalam bahasa Indonesia, pengguna-pengguna non-English speaker mungkin bakal sedikit dibikin bingung saat ingin mengubah label tugas atau mengkonfigurasikan panjang-pendeknya satu ‘babak’ bekerja/belajar.

Playfulness

Sayangnya, dari berbagai macam poin plus yang saya temui selama memakai Glan selama beberapa hari terakhir, aplikasi ini masih kekurangan sisi “playfulness”-nya. Apalagi saya pernah nyobain Forest sebelumnya, di mana di situ pengguna diberi reward berupa tumbuhnya tanaman-tanaman tertentu jika pengguna bisa memenuhi target waktu yang ditetapkan. Sebaliknya, pohon itu akan mati kalau pengguna dengan sengaja menekan tombol Home atau mengecek notifikasi masuk.

Jujur, konsep ini mind-blowing banget buat saya! Dari sana saya sungguh-sungguh ngerasain kalau usaha saya worth it dan dihargai. Sementara itu, Glan tampaknya ingin jadi berbeda dengan, yah, engggak mengaplikasikan teknik yang sama. 😩

Padahal, enggak sedikit penelitian-penelitian yang membuktikan dampak positif dari penerapan sistem pemberian reward guna mendongkrak motivasi siswa dan pekerja, lho. Tapi, tanpa adanya pantangan-pantangan tertentu, akses pengguna sama sekali nggak dibatasi. Jadi, nggak ada konsekuensi yang terlalu membebani meskipun kamu mengintip Twitter atau aplikasi lainnya selagi timer Glan sedang berjalan.

Related Apps

  • Forest – Layout menarik dengan mengusung konsep menanam pepohonan yang mewakili tingkat produktivitas pengguna, juga dilengkapi dengan white noise namun untuk membuka semua fitur yang ditawarkan pengguna harus upgrade ke paket premium.
  • FLIP – Layout sederhana yang juga menonjolkan warna-warna pastel dan menampilkan produktivitas pengguna dalam format blok waktu. Pengguna dapat saling ‘bersaing’ untuk meningkatkan motivasi diri sendiri dengan mengecek peringkat global dan lokal.

Glan Productivity Tracker: Yes or No?

Buat kamu yang memori HP-nya terbatas tapi butuh lebih dari sekadar timer bawaan biasa untuk mencegah kamu sedikit-sedikit beralih ke hal-hal lain kecuali tugas-tugasmu, Glan ini big yes lah!

Ditambah lagi, seperti yang sudah kamu lihat sendiri di atas, tampilannya yang eye-catching nan trendy bakal bikin kamu betah mencatat dan mencoret satu per satu PR atau pekerjaan yang ada di dalam daftarmu.

Apalagi, enggak ada batasan penggunaan untuk semua fiturnya alias app ini seratus persen gratis! Selama developer-nya belum memutuskan untuk menambahkan versi berbayarnya, yuk, ikutan nyobain Glan juga!

Kelebihan (+)

Mudah digunakan

Desain minimalis namun tetap menarik dilihat

Disertai fitur white noise

Gratis

Ada materi bermanfaat untuk memperluas wawasan pengguna tentang produktivitas

Kekurangan (-)

Nggak ada penerapan sistem reward untuk memotivasi pengguna

Kesimpulan

Tapi, walaupun Glan bisa sangat berguna untuk mencegah daya fokusmu agar nggak melenceng ke mana-mana, ini bukan berarti kamu harus, wajib, dan kudu menghabiskan sebagian besar waktumu untuk kerja, kerja, dan kerja! Kalau begitu, sih, itu bukan produktivitas yang sehat namanya.

Kamu juga semestinya tahu kapan harus mengambil waktu jeda untuk memulihkan kembali energimu sekaligus me-refresh pikiranmu. Jangan sampai kamu abai dengan kesehatanmu dengan dalih mengejar deadline. Kamu tentunya nggak mau jatuh sakit, terlebih di tengah-tengah masa serba nggak menentu seperti sekarang, ‘kan? 😢

Jadi, pastikan kamu bekerja atau menggarap PR sepanjang yang tubuh dan mentalmu sanggupi, oke? Itu baru strategi produktivitas yang sehat. 😁

Nah, segitu dulu sharing mengenai pengalaman saya nyobain Glan, si aplikasi pelacak produktivitas. Kalau kamu sendiri bagaimana, Kawan? Pernahkah kamu menjajal Glan juga? Atau, ada productivity tracker app lain yang menurut kamu lebih unggul ketimbang Glan? Ceritain di kolom komentar, ya!

0 Komentar

Back to Top