Pentingnya Melakukan Kolaborasi untuk Perkembangan Blog

Pentingnya Melakukan Kolaborasi untuk Perkembangan Blog

Kawan, kamu pernah dengar atau baca ungkapan di bawah ini sebelumnya?

If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.

Yup, ungkapan di atas adalah African proverb yang mula-mula saya ketahui sekitar setahun belakangan. Tapi, walaupun saya tahu dan paham dengan maknanya, saya enggak benar-benar mengamalkan isinya sampai sekitar beberapa bulan terakhir.

Memangnya, apa sih maksud dari peribahasa di atas?

Jadi begini, Kawan. Peribahasa di atas membicarakan tentang kelebihan dan kekurangan dari dua gaya bekerja, di mana yang satu individualistis, sementara yang lainnya kolektif.

Ketika kamu mengerjakan sesuatu seorang diri, maka kamu punya keleluasaan untuk bekerja dengan cepat tanpa perlu menunggu atau meminta persetujuan dari orang lain, bukan?

Tapi, sampai seberapa lama sih kamu bakal betah untuk terus menerus melakoni semuanya sendirian?

Seperti yang berbulan-bulan lalu saya alami, saya selalu yakin dengan pilihan saya untuk bekerja dari rumah sebagai seorang freelance writer. Tanpa adanya keterikatan dengan sebuah badan usaha, saya bebas menentukan prioritas, jam kerja, dan target saya sendiri.

Dan, seperti apa yang diungkapkan oleh proverb itu, memang betul adanya kalau segala sesuatunya jadi serba ekspres.

Sayangnya, kenyamanan ini enggak berlangsung lama.

Perlahan tapi pasti, saya pun mulai merasa lelah dan nggak begitu bersemangat lagi dalam menjalani rutinitas yang apa-apa kudu saya lakukan tanpa melibatkan bantuan orang lain. Akibatnya, produktivitas saya menurun, dan seringkali saya menolak tawaran pekerjaan dari klien dengan alasan burnout.

BACA JUGA: Duka Kerja Freelance: Pengalaman Saya Jadi Freelance Writer selama Dua Tahun

Malahan, saya sempat merasa seolah-olah saya nggak sanggup melangkah ke mana-mana lagi. Padahal, saya masih punya goals yang belum terwujud. Entah kapan tepatnya, tapi perlahan-lahan saya mencoba bangkit dan memberanikan diri untuk reach out ke teman-teman kuliah serta beberapa klien kenalan saya.

Tahun ini, untuk pertama kalinya juga saya jadi lebih open kepada orang lain mengenai dilema yang saya punya dan kendala-kendala yang saya hadapi. Awalnya, mengakui ketidakmampuan diri sendiri ibarat berlarian di tengah jalan raya tanpa tertutupi sehelai benang pun buat saya. Tapi siapa sangka, itu justru bikin saya plong dan tercerahkan?

Kesimpulannya, untuk melesat jauh ke depan, kamu enggak bisa sepenuhnya melaju seorang diri tanpa dukungan orang lain. Namun, selalu ada tempat buat keduanya. Terkadang, kamu perlu bergerak cepat. Di lain waktu, kamu butuh kehadiran tim yang hebat untuk menopangmu.

Prinsip ini sebetulnya lebih beken diaplikasikan dalam konteks bisnis, tetapi saya melihat potensinya buat diterapin dalam ranah blogging juga.

Kolaborasi Punya Banyak Manfaat untuk Blogger (Pula)

Yup, siapa bilang kolaborasi ini eksklusif buat para pelaku bisnis semata? Narablog juga bisa banget menuai banyak manfaat dengan melakukan kolaborasi, entah itu dengan sesama blogger atau dengan brand dan organisasi tertentu yang sejalan dengan niche-nya.

Yang dinamakan kolaborasi adalah ketika sekelompok individu berkumpul dan menyumbangkan keahliannya masing-masing demi keuntungan, misi, atau tujuan bersama.

Contohnya, saat kamu yang notabene adalah seorang blogger bekerja sama dengan seorang web designer untuk mendapatkan tampilan blog yang kece, ini juga merupakan satu bentuk kolaborasi, lho.

Kolaborasi itu sebuah alat yang amat berguna terlebih-lebih bagi blogger kemarin sore yang belum lama ini nyemplung ke dunia blogging, terlepas dari niche apa pun yang dipilih. Yang membikin kolaborasi jadi sedahsyat itu, ya, karena koneksi yang terjalin antara blogger dan pihak lain itu sendiri, yang kemudian berdampak positif bagi perkembangan blog yang dipunya.

Nih, saya paparkan apa saja manfaat kolaborasi untuk blogger menurut pendapat saya:

1. Kolaborasi sebagai Sumber Pengetahuan Baru

Pentingnya Melakukan Kolaborasi untuk Perkembangan Blog

Salah satu faedah terbesar dari kolaborasi adalah terbukanya pintu kesempatan untuk belajar hal-hal baru.

Seperti yang baru-baru ini saya alami, saya berdiskusi panjang lebar dengan seorang narablog "mastah" soal keinginan saya untuk serius ngeblog lagi. Dari dialog itu, saya memperoleh banyak informasi berharga yang sepertinya langka dijumpai di internet.

Karena beliau sudah terlebih dahulu ngeblog daripada saya, otomatis beliau sudah makan lebih banyak asam garam ketimbang saya. Dari sana, saya belajar macam-macam hal baru tentang ngeblog yang sama sekali asing buat saya, meskipun saya sendiri sudah mengenali apa itu blogging sejak sepuluh tahun silam.

Dan, walau pada akhirnya kami belum berhasil membuat kesepakatan soal proyek gabungan apa yang mungkin bisa kami garap bersama suatu saat nanti, saya amat bersyukur dengan kesiapan beliau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.

Kapan lagi saya bisa menimba ilmu secara cuma-cuma dari ahlinya, yes?

2. Kolaborasi dapat Memecahkan Masalah

Pentingnya Melakukan Kolaborasi untuk Perkembangan Blog

Kawan, apa yang bakal kamu lakuin semisal kamu merasa buntu dengan sesuatu? Begini deh, katakanlah kamu sudah membuat banyak progress dengan postingan terbarumu, tapi kamu mendadak menemui satu rintangan besar dan kamu enggak tahu kudu berbuat apa untuk menyingkirkannya.

Apa kamu bakal nyerah gitu aja?

BACA JUGA: Ketika Writer Block Melanda, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Saya harap itu bukan jalan yang kamu tempuh, ya. ✋ Tapi, kalau itu adalah saya yang dulu, oh, bukan mustahil saya akan shut down tulisan tersebut dan menguburnya dalam-dalam di boks draft saya. 🙈

Namun, sejak menyadari pentingnya melakukan kolaborasi, saya nggak lagi takut-takut untuk meminta bantuan dari orang lain, atau sekadar menanyai pendapat mereka soal masalah saya. Masukan-masukan dari mereka membantu saya melihat rintangan itu dari perspektif yang berbeda, bahkan peluang yang nggak sanggup saya temukan sebelumnya!

Kembali lagi ketika saya masih ragu untuk lanjut blogging lagi, pandangan blogger senior yang saya hormati itulah yang membikin saya semakin mantap untuk come back. Rasa-rasanya aral yang membentang di depan saya seperti diangkat dengan sendirinya. Ajaib, deh. ✨

3. Kolabirasi Itu Menginspirasi

Pentingnya Melakukan Kolaborasi untuk Perkembangan Blog

Betul sih, inspirasi itu datangnya bisa dari mana aja. Entah itu dengan membaca biografi tokoh-tokoh sukses, menonton acara dokumenter, atau browsing di internet, ada banyak cara untuk mendapatkan inspirasi.

Tapi, kalau dari hemat saya sendiri, semua itu enggak seafdol berkomunikasi, berbagi, dan berdiskusi dengan orang lain. Eh, tahu nggak sih, keluar dari zona nyaman itu penting banget, lho, apalagi kalau kamu haus akan sudut pandang yang sama sekali berbeda dari punyamu. 👍

Selain itu, kolaborasi juga bisa memicu kreativitas dan memperkaya konteks baru ke dalam data-data yang selama ini kamu kumpulkan sendiri. Alhasil, jangan malu to put yourself out to the world dan cari kesempatan untuk berkolaborasi dengan figur yang kamu kagumi.

Biasanya, blogger di luar sana justru bakal seneng banget menerima ajakan ini, bahkan mereka juga nggak setengah-setengah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang barangkali kamu punya soal satu dua hal yang selama ini mengganjal pikiranmu.

Menyeimbangkan antara Go Fast dan Go Far

Saya paham, kok, nggak semua-muanya kudu dikerjakan bebarengan. Ada masanya blogger perlu bekerja seorang diri, tapi di lain waktu akan lebih baik jika ia berkooperasi dengan pihak lain.

Jadi, kapan sih, saat-saat yang 'diperbolehkan' buat go fast, dan kapan kita harus mempertimbangkan untuk go far?

Kalau saya sendiri beraksi secara independen ketika saya kepingin membuat postingan yang 'lain daripada yang lain'. Contohnya, sewaktu saya tercetus sebuah topik yang sepertinya belum di-cover oleh banyak blogger, maka saya lebih mempertimbangkan untuk sepenuhnya mengandalkan diri saya sendiri.

Ini karena seringkali saya gampang terpengaruh setelah mendengar opini-opini orang lain. Akhirnya, 'suara asli' saya pun tenggelam dan nggak terdengar lagi gaungnya. Padahal, ini ide orisinil saya, lho. Masa iya saya dengan sengaja membuang diri saya sendiri karena orang lain?

Too much cooks spoil the broth.

Di sisi lain, saya juga nggak bisa menampik bahwa ada beberapa hal yang lebih baik dikerjakan bersama-sama, atau sedikitnya butuh melibatkan orang lain demi mencapai hasil yang optimal.

Contohnya, saya bukan orang yang tahu-menahu soal desain. Jadi, kalau next time saya butuh jasa merombak tampilan blog ini, saya seratus persen dijamin akan amat, sangat membutuhkan sekali bantuan designer

Pun, apabila saya menemui jalan buntu dengan ngeblog (kehabisan ide, bingung soal opsi monetisasi terbaik, dll), saya nggak akan sungkan untuk menghubungi narablog kawakan untuk belajar dari pengalaman mereka.

Kesimpulan

Walau kolaborasi itu penting, acap kali memilih untuk bersandar pada diri sendiri juga nggak kalah penting. Tapi, saya tetap percaya, kalau together is better.

Kalau menurut kamu gimana, Kawan? Untuk saat ini, kamu ada di kubu mana soal ngeblog? Apakah kamu ada di tim go far atau go fast? Juga, pernahkah kamu berkolaborasi dengan blogger atau pihak lain? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya!

2 Komentar

  1. Hi eva,
    Ini gofar anak mana?

    Kalau saya tipe yang mengerjakan sesuatu secara mandiri. Agak susah berkolaborasi. Atau memang belum menemukan tim yang cocok.

    Saya agak susah untuk mempercayakan sesuatu ke orang lain. Khawatir hasilnya dibawah ekspetasi saya, yang ujung2nya saya harus juga turun tangan menanganinya sendiri. Jadi kerja 2x.

    Perfectionist is one of my problem.

    Tapi bener sih, kolaborasi itu memang bisa memberikan warna tertentu. Dan bisa membuat kita lebih berkembang.

    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah ya, Grey, kami belum lama kenalan jadi aku juga kurang tau si "Gofar" ini aslinya dari mana. Nanti deh aku tanya kalo ketemu lagi? XD

      Ouch! I think we're on the same boat, Grey. Being perfectionist has been one of the biggest problems for me, too. Masih mencari cara mengatasinya, mudah-mudahan suatu hari nanti kita bisa menurunkan standar kita sedikit demi sedikit, ya.

      ;(

      Hapus

Back to Top