Tolong, Saya Kecanduan Musik Lo-Fi!

Kecanduan Musik Lo-Fi

To be honest, saya bukan termasuk dalam golongan orang-orang yang bisa berdiam diri dan fokus dengan satu pekerjaan di tangan selama berjam-jam lamanya tanpa merasa terdistraksi apalagi sampai burned out.

Apakah kamu juga mengalami problem yang sama? 😭

Alhasil, untuk mengatasinya, saya pikir ini adalah sebuah kondisi yang unik di mana itu sudah jadi semacam satu keharusan bagi saya untuk mendengarkan musik selagi bekerja dan blogging. Saya bahkan mendengarkan lagu-lagu dari playlist pribadi saya ketika menyusun postingan ini.

Dengan adanya musik menyala di latar belakang, secara ajaib konsentrasi saya terpusat pada apa pun yang tengah saya lakukan saat itu.

But, the thing is I don't listen to just any kind of music.

Ya, nggak sembarang genre musik memiliki efek serupa terhadap daya fokus saya.

Meski saya adalah penggemar berat K-Pop, lagu-lagu NCT, BTS, SEVENTEEN dan kawan-kawannya termasuk dalam kategori yang terlalu 'menggemparkan' kalau mesti didengarkan saat saya sedang kepingin serius.

Mendengarkan lagu-lagu semacam ini tuh berbahaya banget, karena saya mudah terhanyut dalam melodinya yang karaoke-able. ❌ Tapi, kalau musik-musik klasik yang calming disetel, bisa-bisa saya terbuai dalam melodinya yang meninabobokan. 💤

Mencari titik tengah dari dua kutub yang berseberangan ini lumayan sulit buat saya, namun itu sebelum saya kenal dengan yang namanya aliran musik lo-fi.

Apa Itu Musik Lo-fi?

Anak-anak generasi Z mungkin familiar dengan sosok cewek yang satu ini. Atau, barangkali kamu juga sering melihat cewek ini wira-wiri di beranda YouTube atau medsosmu?

Lo-Fi Girl

Sumber gambar: Vice

Bagi yang nggak ngeh, bisa dibilang cewek ini adalah si lo-fi girl. Atau, andai genre musik itu beralih wujud jadi seorang manusia, maka inilah sosok manusia lo-fi itu sendiri. ✨

Kamu bisa menemukan cewek ini hampir di semua thumbnail video YouTube yang berjudul "lo-fi hip hop beats to relax/chill/study to".

Oke, sedari tadi saya bolak-balik ngomongin tentang lo-fi music, tapi apa sih sebenarnya lo-fi music itu? Lalu, apa hubungan antara lo-fi dan Wi-fi?

Menjawab pertanyaan pertama, ini penjelasan mengenai apa itu musik lo-fi mengutip dari HookSounds:

"Lo-fi" adalah kependekan dari "low-fidelity" yang berarti kebalikan dari high fidelity atau produksi musik berkualitas tinggi seperti kebanyakan musik mainstream. Sebagian besar musik lo-fi merupakan musik-musik tanpa lirik, bahkan jika terkadang memuat sample yang memperdengarkan suara seseorang, mayoritasnya diambil dari rekaman radio atau TV. Lo-fi juga terinspirasi dari instrumental-instrumental Boom-Bap dan New York Underground, sample musik jazz era '60 dan '70-an, serta EDM.

Dan, menjawab pertanyaan kedua, no, lo-fi sama sekali enggak ada kaitannya dengan Wi-fi, ya! 😅

Supaya lebih jelas, kamu bisa dengerin contoh musik lo-fi di video ini (yang juga kebetulan adalah salah satu playlist favorit saya):

Yang membikin lo-fi music itu lo-fi adalah karena adanya ketidaksempurnaan yang menjadi ciri khas dari aliran musik itu sendiri. Misalnya, kamu bisa mendengarkan suara mendesis, percakapan antara dua orang atau lebih, atau rintik hujan yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam musik-musik tersebut.

Kamu juga bisa mendengarkannya dari lagu-lagu di dalam contoh video di atas, 'kan?

Nah, hal-hal yang umumnya dihindari dari ragam musik lainnya itu justru menjadi daya tarik utama dari musik lo-fi. Bahkan, banyak yang menyebut kalau suara-suara 'bising' itu merupakan estetika unik yang menjadikan lo-fi lain daripada yang lain.

Mengutip dari Music Gateway, ternyata lo-fi ini sudah cukup populer sejak sepuluh tahun terakhir, lho. Namun, beberapa track pertama yang benar-benar bisa didefinisikan sebagai musik lo-fi sebetulnya sudah diproduksi sejak 1990 oleh sekelompok musisi underground.

Aliran musik ini terbentuk ketika musisi-musisi tersebut mulai menggunakan repurposed drum machines dan beberapa sampel dari awal abad ke-20. Usut punya usut, ternyata ini dikarenakan melodi mellow yang diciptakan dari perpaduan keduanya.

Dari situlah musik lo-fi mendapat predikat sebagai musik yang pas banget didengerin ketika kamu kepingin bersantai atau menenangkan diri. Ini juga adalah efek dari beat drumnya yang cuma di sekitaran 70-90 bpm aja.

Tapi, bukannya ngantuk, kenapa musik lo-fi malah membikin saya semangat bekerja, ya? Apa saya punya kelainan? 👽

Alasan Musik Lo-Fi Cocok Didengarkan sebagai Teman Belajar/Bekerja

Ternyata, oh ternyata, bukan cuma saya yang merasa sangat terbantu dengan keberadaan aliran musik ini! ⁉️

Menurut studi ini dan ini, partisipan yang mendengarkan musik lo-fi ketika belajar memperoleh skor dalam tes reading yang lebih tinggi daripada partisipan yang tidak mendengarkan musik apa pun.

But how?

Ini penjelasannya menurut Inc.:

Musik instrumental yang diimbuhi dengan suara-suara nostalgia seperti gesekan pada pemutar piringan hitam ini memiliki beat yang tidak terlalu lambat sehingga membuat Anda mengantuk, juga tidak terlalu cepat sampai-sampai membuat Anda waspada. Pun, musik-musik semacam ini tidaklah membosankan untuk didengarkan atau kelewat riang hingga mengalihkan perhatian Anda.

Jadi, apa artinya?

Singkat kata, lo-fi music memberikan rangsangan dalam kadar yang cukup, pas, alias nggak berlebihan bagi pendengarnya untuk memblokir stres dan menjadi produktif.

BACA JUGA: Nyobain Aplikasi Glan, Productivity Tracker Estetik dengan Performa Ciamik

Wah, ini baru yang namanya win-win solution! 👏

Lebih lanjut lagi, dari artikel yang sama oleh Inc., fakta bahwa pendengar lo-fi yang biasanya menyetel musik tersebut dalam mode berulang-ulang juga membantu menciptakan efek rileks. Repetisi itulah yang menyebabkan lo-fi mudah diprediksi.

Alhasil, tercipta efek 'kepompong' (cocooning) yang membalut pendengarnya di dalam dimensinya sendiri, jauh dari gangguan dunia luar.

Pada akhirnya, semakin banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan, deh.

Sekarang, dipikir-pikir lagi, everything does make sense. Ya, semuanya jadi masuk akal buat saya!

Tentang mengapa si cewek lo-fi itu selalu digambarkan sedang belajar, tentang saya yang nggak berkeinginan untuk berjoget walau diiringi alunan lagu, juga tentang saya nggak terkantuk-kantuk meski musik yang saya dengarkan sangat relaxing.

Lebih-lebih lagi di masa pandemi seperti sekarang, dan di era ketika semua serba nggak pasti, mendengarkan lo-fi music bagi saya adalah satu bentuk pelarian sesaat dari keseharian yang dipenuhi dengan tekanan. 🍃

"Music is the Only Drug Allowed in the Country"

Andai mendengarkan musik itu dilarang, wah, sudah pasti saya tergolong orang-orang yang mula-mula ditangkap dan dijebloskan ke penjara!

Terutama sejak saya bersinggungan dengan musik lo-fi, frekuensi saya mendengarkan musik terbilang lumayan tinggi.

Ini lantaran setiap kali saya menyalakan laptop hingga mematikannya di sore hari, saya nggak bisa lepas dari musik ini. 😝

Sepertinya, selain ketagihan mengoleksi font, saya benar-benar sudah kecanduan musik lo-fi! 😅

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Font Elegan nan Anggun Gratis Terfavorit a la Eva

Boleh jadi ini kebetulan semata (korelasi antara lo-fi dan tingkat produktivitas bekerja saya), atau karena selera saya yang juga, pas banget, condong ke aliran musik bertempo sedang cenderung lambat.

Tapi, terlepas dari apa pun itu alasannya, saya rasa untuk sementara waktu saya bakal terus menerus menambahkan lagu-lagu beraliran lo-fi apa saja yang bisa saya temui ke dalam playlist saya.

What about you, friends? Apakah kamu juga sekubu dengan saya yang notabene terpikat dengan pesona musik lo-fi? Atau, adakah genre musik lain yang selalu kamu dengarkan untuk membantumu fokus? Bagikan jawaban kamu di kolom komentar, ya!

6 Komentar

  1. Mungkin karena musik lo-fi ini easy listening kali ya, terus tidak membuat kita fokus ke musiknya, nadanya apalagi liriknya. Jadinya ya serasa pengiring aja.

    Beda dengan musik yang kita sukai kita jadi kepikiran liriknya, atau bahkan malah jadi sing a long. Fokusnya malah ke musiknya bukan dengan apa yang sedang kita lakukan.

    Aku sih suka aja beberpa kali denger lo fi terutama yang remake lagu2 oldies. Ntah kenapa aku sukanya lagu lagu lama, 60, 70 atau tahun 80an dengan berbagai genre baik itu jazz, rock, klasik, pop.

    Lebih kerasa warm and bring me memories.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Grey! Seratus buat kamu! 💯

      Nah iya, jadinya malah tergoda buat ikutan nyanyi, padahal ini 'kan lagi nugas bukannya karaokean sama temen 🙈

      Huhu, sama dong, lagu-lagu lama itu emang nostalgic banget, yah. Padahal kita nggak lahir dan besar di era itu, tapi entah kenapa kangen rasanya kepingin balik ke masa-masa tempo doeloe.

      Hapus
  2. Aku juga sekubu dengan Kak Eva!! Aku suka banget denger musik Lo-Fi khususnya sebagai teman baca buku hahaha. Beneran lho, bikin tambah fokus dan kalau diputar berulang-ulang jadi merasa refresh 😍. Kadang malah terasa seperti berada di coffee shop sewaktu mendengarkan musik Lo-Fi wkwk. Sekarang aku jadi tahu kenapa aku bisa cocok dengan musik Lo-Fi 😍. Terima kasih atas artikelnya, Kak Eva!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, sebenernya itu alasan terselubungku yang lain, Kak Liii, biar berasa lagi ngerjain tugas di coffee shop (padahal aslinya mah #dirumahaja) 😝 Aww, anytime, Kak Liii!

      Hapus
  3. aku juga suka dengerin, apalagi kalo sambil kerja :D jadi lebih fokus hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ternyata ada banyak ya yang suka sama musik ini!

      Hapus

Back to Top